Langsung ke konten utama

8 Pengertian Media Pembelajaran Menurut Para Ahli

Media berasal dari kata medius (bahasa Latin) yang artinya pengantar, perantara atau tengah (menengahi antara materi dan PBM). Secara garis besar Media adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh atau mendapat, pengetahuan, keterampilan, atau sikap (Gerlach and Ely 1971).

Gerlach and Ely memandang guru, buku teks atau seluruh buku yang berhubungan dengan pembelajaran dan lingkungan adalah media.Walau pun demikian dalam dunia PBM atau Proses Pembelajaran Mengajar Media kerap diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis atau eletronik untuk menangkap, memproses, serta menyusun ulang informasi verbal dan visual (Azhar Arsyad 214).

Selain pengertian diatas ada beberapa pengertian media yang telah dikemukan para ahli seperti yang dikutip dalam buku Media Pembelajaran. Berikut penulis kutip satu persatu pengertian Media:

1. Association of Education and Communication Technology (AECT)

Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau message (pesan) dalam proses pembelajaran mengajar (PBM).

2. Fleming 1987;234

Media (Mediator) yaitu penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikanya. Dalam hal ini media memiliki peran atau fungsi mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar siswa atau anak didik dan isi materi atau pelajaran yang diberikan. Lebih jelasnya media adalah alat pengantar atau penyampaian pesan pembelajaran.

3. Heinich DKK 1982

Media atau medium adalah perantara yang mengantar informasi antara  sumber (Guru) dan penerima (Siswa/Anak Didik). Heinich DKK memandang Film, Foto, Televisi, Radio, Rekaman Audio, Gambar yang diproyeksikan, bahan-bahan cetakan dan sejenisnya adalah media komunikasi.

4. Hamidjojo dalam Latuheru 1993

Media adalah segala bentuk perantara yang dipakai manusia untuk menyampaikan gegasan atau menyebar ide sehingga sampai pada penerima.

5. Hamalik 1986

Media yaitu alat bantu atau media komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi sehingga berjalan dengan lancar dengan hasil yang maksimal.

6. Gagne dan Briggs 1975

Media adalah yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang antara lain, komputer, televisi, grafik, gambar, foto, Slide, Gambar Bingkai, Film, Video Recorder, Video Camera, Kaset, Tape recorder dan buku. Dia memandang, media adalah komponen sumber belajar yang mengandung materi instruksional yang dapat merangsang belajar siswa.

7. NEA (National Education Association

Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio-visual dan perantaranya;  dengan demikian, media dapat dimanipulasi, didengar atau dibaca dan dilihat.

8. Gerlach and Ely 1971

Media adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh atau mendapat, pengetahuan, keterampilan, atau sikap.

Demikian Delapan pengertian media diatas. Kesimpulanya media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajara mengajar (PBM), demi tercapainya tujuan pendidikan  yang telah di rumuskan dalam SK ( Standar Kompetensi) kurikulum atau dalam silabus lebih dikenal dengan KD (Kompetensi Dasar atau dalam RPP dikenal dengan Tujuan Pembelajaran.

Demikian artikel ini, semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman guru.
Reff:

          Arsyad, Prof. Dr. Azhar, M.A. 2014.  Media Pembelajaran, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta. Hal 1-6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tingkat, Indikator dan Jenis-Jenis Kekerasan dalam Pendidikan

Hampir setiap harinya kita mendengar adanya kekerasan dalam dunia pendidikan. Baik melalui media social seperti facebook, twitter, bbm, intagram, TV, Koran, tabloid dan bahkan disekitar kita sendiri. Kebanyakan kekerasan tersebut dilakukan oleh kalangan guru dan orang tua siswa. Kekerasan pada umumnya diartikan sebagai sikap agresif pelaku yang melebihi kapasitas kewenangan (Thomas Santoso). Dalam hukum Indonesia kekerasan terhadap siswa sudah dianggap sebagai tindakan criminal. Terdapat tiga tingkatan kekerasan terhadap peserta didik di Indonesia. Ada pun ketiga kekerasan tersebut yakni Voilence as potential atau kekerasan tingkat ringan, Voilence in education yaitu kekerasan tingkat sedang dan Criminal action yaitu kekerasan tingkat berat. Ketiga kekerasan diatas terjadi karena berbagai penyebab baik factor Internal maupun factor eksternal. Kekerasan ini dapat muncul sewaktu-waktu dan bisa dilakukan siapa saja. Eri c Hoffer mengatakan, pemicu kekerasan dapat muncul karena, h...

Prinsip dan Proposisi Belajaran Tuntas

Konsep belajar tuntas atau Mastery Learning adalah pencapaian taraf penguasaan minimal yang ditetapkan untuk setiap unit bahan pelajaran baik secara perorangan maupun kelompok sehingga apa yang dipelajari siswa dapat tercapai semua (Moh. Uzer Usman dan Lilis Setiawati). Pada prinsipnya konsep belajar tuntas berusaha menciptakan siswa agar memiliki kemampuan dan mengembangkan bakat atau keterampilan yang dimilikinya. Siswa atau peserta didik yang cerdas dan yang tidak cerdas di usahakan agar memiliki selisi bakat yang tidak jauh. Intinya belajar tuntas mengusahakan siswa mencapai standar kompetensi atau tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. John B. Carrol (1953) memiliki pandangan bahwa peserta didik yang cerdas atau memiliki kemampuan lebih, dapat mencapai tujuan pembelajaran dalam waktu yang sedikit, jika dibandingkan dengan siswa yang kurang cerdas. Untuk itu, agar semua pembelajaran dapat diserap atau di kuasai semua siswa (baik yang cerdas mau pun tidak), maka perlu p...